Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com
Tampilkan postingan dengan label SENJATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENJATA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Sejarah Sturmgewehr 44

Maschinenpistole 43, Maschinenpistole 44 atau Sturmgewehr 44 (MP43, MP44 dan StG44) adalah senapan otomatis selective-fire yang dikembangkan oleh Jerman pada Perang Dunia II, dalam program Maschinenkarabiner (karabin mesin) mereka. Senapan ini dianggap sebagai senapan serbu pertama di dunia.
MP43, MP44 dan StG 44 adalah senapan yang hampir serupa, dengan sedikit perbedaan pada produksi dan waktu pembuatan. Ketiganya dikembangkan dari Mkb 42(H). Perbedaan nama ini karena rumitnya penamaan senjata pada era Nazi Jerman. 'StG' adalah singkatan dari sturmgewehr (senapan serbu, assault rifle), yang menggabungkan sifat-sifat karabin, submachine gun, dan senapan otomatis. Setelah dipakainya StG 44, istilah ini menjadi lumrah untuk mendeskripsikan tipe senjata semacam ini.
Senapan ini memakai peluru 7,92 x 33 mm, yang juga dikenal dengan nama 7,92 mm Kurz (kurz berarti 'pendek'). Peluru ini adalah modifikasi dari peluru standar 7,92 × 57 mm Mauser. Melalui kombinasi dengan kemampuan selective-fire, senjata ini menghasilkan semburan setingkat submachine gun, dengan akurasi dan daya setingkat senapan Karabiner 98k pada jarak dekat. Walau begitu, StG 44 memiliki jangkauan dan daya yang lebih rendah daripada senapan-senapan pada era itu. Karakter ini mengikuti hasil studi yang dipakai oleh Wehrmacht pada saat itu, yaitu bahwa hampir semua pertempuran terjadi pada jarak kurang dari 300 meter dan mayoritas kurang dari 200 meter. Senapan lain dianggap terlalu besar kekuatannya. StG 44 berhasil membuktikan keunggulannya pada Front Timur sewaktu ia banyak dipakai dan dianggap lebih baik daripada senapan lain pada saat itu.Sebelum memakai nama MP44 atau StG 44,dia menyandang nama Maschinenkarabiner 43. Senapan tersebut pada awalnya tidak diresmikan oleh Hitler sebelum menunjukan aksinya di Front Timur. Setelah menunjukan kehebatanya, Maschinenkarabiner 43 pun akhirnya diresmikan oleh Hitler pada tahun 1943 dan mengganti namanya menjadi MP43 dan kelak MP44 atau StG 44. Sebenarnya pemakaian MP44 terbilang "sembunyi-sembunyi". Hal tersebut dikarenakan jika saja Hitler tidak senang dengan senjata tersebut. Angkatan bersenjata Nazi yang menerima senjata tersebut pertama kali adalah SS (Schutzstaffel). Senjata ini pun juga menjadi favorit SAS Inggris dan "Light Support Weapon" bagi SAS apabila persediaan peluru Sten atau Bren mereka habis.

Sejarah FN FAL

FN FAL, singkatan dari Fusil Automatique Léger (senapan otomatis ringan) adalah senapan tempur buatan perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale. Senapan ini dikembangkan pada masa Perang Dingin, dan menggunakan peluru kaliber 7.62 x 51 mm NATO. Senapan ini banyak digunakan oleh negara-negara NATO, serta banyak negara lain.
Purwarupa pertama FN FAL dibuat pada tahun 1947. Senapan ini dirancang untuk menembakkan peluru 7.92x33mm Kurz yang dikembangkan dan dipakai oleh Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Setelah melakukan uji coba pada tahun 1948, Angkatan Darat Britania Raya membujuk FN untuk membuat purwarupa tambahan, diantaranya senapan dengan konfigurasi bullpup yang menggunakan peluru .280 British yang baru. Namun setelah mengevaluasi purwarupa bullpup ini, FN memutuskan untuk tetap menggunakan versi konvensional untuk diproduksi.
Pada tahun 1950, Britania Raya memperlihatkan senapan FN ini beserta senapan EM-2 Britania Raya, sama-sama dalam kaliber .280 British, kepada Amerika Serikat, untuk dilakukan uji coba bersama senapan T25 Earle Harvey. Ini dilakukan dengan harapan bahwa bisa ditetapkan senapan dan peluru standar untuk semua angkatan bersenjata NATO. Setelah uji coba ini selesai, pihak Angkatan Darat Amerika Serikat menyarankan FN merancang ulang senapan mereka untuk menggunakan peluru purwarupa Amerika Serikat, .30 Light Rifle.
Pada tahun 1951, FN membuat perjanjian dengan Amerika Serikat agar Amerika Serikat dapat memproduksi FAL di Amerika Serikat bebas royalti. Langkah ini terlihat tepat, karena Britania Raya ternyata memutuskan untuk mengadopsi senapan EM-2 dan peluru .280 British pada bulan yang sama. Keputusan ini akhirnya dibatalkan ketika Partai Buruh dan Winston Churchill kembali mengontrol Parlemen. Diperkirakan Churchill dan Presiden Amerika Serikat Harry Truman pada tahun 1952 membuat perjanjian agar Britania Raya menerima peluru .30 Light Rifle sebagai peluru standar NATO, dan Amerika Serikat menerima FN FAL sebagai senapan standar NATO. Peluru .30 Light Rifle memang diterima menjadi peluru standar 7,62 mm NATO, namun Amerika Serikat tetap bersikeras untuk melanjutakan uji coba senapan. FN FAL berkaliber .30 Light Rifle diuji melawan T25 yang dirancang ulang menjadi bernama T47, dan senapan varian M1 Garand bernama T44. Akhirnya, T44 lah yang memenangkan persaingan, dan diadopsi Amerika Serikat menjadi senapan M14. Namun, negara-negara lain masih mengevaluasi dan memilih FAL.
FN dianggap membuat senapan tempur era pasca perang yang klasik. Senapan ini diperkenalkan oleh perancangnya, Dieudonne Saive dan Ernest Vervier, sebagai "tangan kanan Dunia Bebas". Di Dunia Barat, saingan utama senapan ini adalah Heckler & Koch G3 Jerman.

Sejarah M1 Garand

M1 Garand adalah senapan semi-otomatis pertama yang dijadikan senapan standar untuk infanteri. Senapan ini menggunakan peluru kaliber .30-06 Springfield. Senapan M1 Garand menggantikan senapan Springfield M1903 sebagai senapan standar militer Amerika Serikat pada tahun 1936. Kemudian senapan ini digantikan oleh senapan jenis M14 pada tahun 1957.
Senapan ini banyak digunakan pada Perang Dunia II dan Perang Korea. Pada Perang Vietnam tidak seberapa banyak lagi pemakaian jenis senjata ini. Mayoritas M1 Garand dipakai oleh tentara Amerika Serikat, tapi ada juga yang dipinjamkan ke negara lain contohnya Indonesia yang ikut memakai senapan ini bagi bataliyon infanterinya. Pihak TNI juga sempat beberapa waktu yang lalu meminjam pakaikan senapan M1 Garand ini pada Departemen Kehakiman RI khususnya Lembaga Pemasyarakatan pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun sekitar awal tahun 2000 senjata ini ditarik kembali oleh TNI dari semua jajaran kantor Lembaga Pemasyarakatan.
Senapan M1 dikembangkan oleh Springfield Armory, dan didesain oleh John Garand. Prototipnya mulai disempurnakan pada tahun 1930an. Walaupun sudah secara resmi diadopsi pada tahun 1932, M1 Garand baru dipakai pada tahun 1936, atas perintah langsung dari Jendral Douglas MacArthur.
Springfield Armory mulai memproduksi senapan ini pada akhir 1930an dan terus menambah jumlah produksi pada tahun 1940 sampai 1945. Dengan pecahnya Perang Dunia II, Winchester Repeating Arms Company juga diberi kontrak untuk memproduksi M1 Garand. Angkatan Darat Inggris juga sempat melirik M1 Garand untuk menggantikan Lee-Enfield No.1 Mk III, tapi dibatalkan karena M1 gagal dalam tes.
Kemampuan M1 Garand untuk menembak secara semi-otomatis memberi keuntungan yang signifikan di medan perang. Tentara Jerman dan Jepang lebih banyak memakai senapan kokang manual atau sering disebut Bolt Action. Senapan ini kemudian dikenal sebagi "senapan semi-otomatis pertama yang digunakan oleh militer Amerika Serikat", dan Jenderal George S. Patton pun mengakui kehebatan senapan ini dengan mengatakan bahwa senapan ini adalah "Alat tempur paling hebat yang pernah diciptakan". Keunggulan M1 inilah yang mendorong pihak Sekutu dan Axis untuk memproduksi dan mengembangkan senapan yang memiliki kemampuan tembak semi-otomatis dan full-otomatis.
M1 Garand terbukti sebagai senapan yang handal dalam pemakaiannya pada Perang Dunia II dan Perang Korea. Jepang pun mengembangkan desain tiruannya menjelang akhir Perang Dunia II, tapi belum sempat mencapai tahap produksi. Tahun 1957, M1 Garand digantikan oleh senapan M14. Walau begitu, M1 Garand masih dipakai di Perang Vietnam pada tahun 1963. Senapan M1 Garand akhirnya digantikan seluruhnya pada tahun 1965.

Sejarah M-16

M16(dikenali sebagai Senapang, kaliber 5,56 mm, M16) adalah sebutan militer Amerika Serikat untuk senapan AR-15 . Colt membeli hak atas AR-15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan sebutan yang hanya untuk versi semi-otomatis senapan. Senapan M16 menembak menggunakan Magazen 5.56x45mm dan dapat menghasilkan efek melukai besar ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan cepat mentransfer energi.
Senapan M16 mulai digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dan telah dikerahkan untuk operasi perang hutan di Vietnam Selatan pada tahun 1963,  menjadi senapan standar AS dari Perang Vietnam pada tahun 1969,  menggantikan senapan M14 dalam peran tersebut. Tentara AS masih mempergunakan senapan M14 di Conus, Eropa, dan Korea Selatan hingga tahun 1970. Sejak Perang Vietnam, keluarga senapan M16 telah menjadi senapan utama infanteri militer AS. Dengan variannya (M16A1, M16A2, M16A3, dan M16A4), telah digunakan oleh hampir seratus negara. Produksi di seluruh dunia Jumlah senjata M16-gaya sejak awal desain telah telah sekitar 8 juta, sehingga senjata api yang paling banyak diproduksi dalam kaliber nya. Senapan M16 sedang digantikan karabin seri M4 secara bertahap di Angkatan Darat Amerika Serikat untuk digunakan pada tahun 2010.Pada tahun 1948, Angkatan Darat AS mendirikan badan sipil Kantor Penelitian Operasi (Operations Research Office, ORO). Salah satu penelitian pertama mereka adalah menganalisa lebih dari tiga juta laporan medan Perang Dunia II. Kesimpulan yang mereka dapat adalah bahwa sebagian besar pertempuran terjadi pada jarak dekat. Pada perang dengan mobilitas yang tinggi, regu-regu tempur sering menemui musuh secara tiba-tiba; dan pihak yang memiliki kemampuan menembak paling banyak adalah yang menang. Mereka juga menemukan bahwa kemungkinan tertembak pada pertempuran sebenarnya acak saja — maksudnya, membidik secara akurat tidak begitu berpengaruh, karena target tidak diam pada tempatnya. Selain itu, peluru kaliber besar yang digunakan pada senapan-senapan masa itu juga tidak cocok karena terlalu besar dan berat, yang dibutuhkan adalah peluru dengan kaliber yang lebih kecil.
Penelitian ini terlihat oleh Kolonel René Studler, Kepala Penelitian dan Pengembangan Senjata Ringan AD AS. Kolonel Studler lalu meminta Aberdeen Proving Ground untuk membuat laporan tentang peluru kaliber lebih kecil. Sebuah tim yang dipimpin Donald Hall, direktur pengembangan di Aberdeen, melaporkan bahwa peluru dengan ukuran 0,22 inci (5,59 mm) efeknya akan sama dengan peluru kaliber besar di pertempuran. Anggota timnya, khususnya William C. Davis, Jr. dan G.A. Gustafson, mulai mengembangkan percobaan peluru 0,224 inci (5,69 mm). Tapi pada tahun 1955, permintaan pendanaan mereka ditolak.
Sebuah penelitian baru, Proyek SALVO, dibuat untuk mencari rancangan senjata yang cocok dipakai pada pertempuran sebenarnya. Proyek SALVO dijalankan pada tahun 1953 sampai 1957 dengan dua fase. SALVO I menyimpulkan bahwa sebuah senapan yang menembakkan empat peluru ke area 0.5 meter akan melipatgandakan kemungkinan kena pada senapan semi-otomatis.
Pada fase SALVO II, dilakukan pengetesan konsep senjata. Irwin Barr dari AAI Corporation memperkenalkan serangkaian senjata dengan peluru mirip anak panah, mulai dari peluru shotgun berisi 32 anak panah, sampai senapan dengan peluru panah. Winchester dan Springfield menawarkan senjata dengan banyak laras, dan ORO menawarkan peluru .308 Winchester atau .30-06, yang berisi dua peluru kaliber .22, .25 atau .27.

Sejarah M-14

M14 adalah senapan tempur selective-fire buatan Amerika Serikat yang menggunakan amunisi berkaliber 7.62 x 51 mm NATO. Senapan ini sudah digantikan oleh senapan serbu M16, tapi sampai sekarang masih digunakan oleh Marinir, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut Amerika Serikat. M14 juga menjadi dasar untuk senapan runduk M21, M25.
M14 adalah hasil pengembangan dari senapan-senapan percobaan yang berdasarkan senapan M1 Garand. Meskipun M1 Garand termasuk senapan yang sangat modern pada masanya, M1 masih memiliki kekurangan. Modifikasi pada M1 Garand sudah dimulai sejak akhir Perang Dunia II. Yaitu penambahan kemampuan menembak full-otomatis, dan pemakaian magazen box berisi 20 butir peluru. Perusahaan Winchester, Remington, dan John Garand dari Springfield Armory menawarkan rancangannya masing-masing. Rancangan milik John Garand, T20, sempat menjadi yang paling populer, dan dijadikan dasar untuk percobaan prototip senapan Springfield dari tahun 1945 sampai awal 1950an.
Earle Harvey, juga perancang dari Springfield Armory, mendesain sebuah senapan yang benar-benar berbeda. Rancangannya, T25, dibuat untuk menggunakan peluru baru, .30 Light Rifle. Peluru baru tersebut dibuat berdasarkan peluru .30-06 Springfield yang dipendekkan. Peluru inilah yang akhirnya berevolusi menjadi 7.62 x 51 mm NATO atau .308 Winchester.
Ditempat lain, Lloyd Corbett ditugaskan untuk memodifikasi M1 Garand dan T20 agar bisa memakai peluru 7.62 x 51 mm yang baru ini. Setelah melalui banyak percobaan, muncullah T44. T44 ini menggunakan receiver T20 yang diubah untuk menerima peluru 7.62 x 51 mm dan menggunakan sistem gas milik T25. T44 ini akhirnya menang menghadapi T47 (sebuah T25 yang di modifikasi) dan FN FAL (T48). Pada tahun 1957, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menerima rancangan T44 ini dan menamainya M14. Springfield Armory mulai melaksanakan produksi pada tahun 1958 dan mengirim senapan-senapan pertama ke Angkatan Darat AS pada Juli 1959. Peralihan dari M1 Garand ke M14 selesai pada akhir tahun 1962.

Jumat, 20 April 2012

SEJARAH F2000

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an perusahaan Belgia terkenal FN Herstal mulai mencari berikutnya memasuki dunia senapan serbu. Tujuannya kali ini adalah untuk menghasilkan modern modular senjata, dan pada akhirnya ini mengakibatkan senapan FN F2000, yang pertama kali ditampilkan di depan umum pada tahun 2001. The F2000 menawarkan semua fitur yang paling populer dari senapan serbu modern

Di sisi lain, F2000 dilengkapi dengan berbagai EGLM FN 40 mm dan peluncur granat berpemilik komputerisasi sistem pengendalian kebakaran, bukannya standar perbesaran optik rendah pemandangan. Sejauh senapan FN F2000 hanya menemukan beberapa pembeli, termasuk Angkatan bersenjata Belgia Slovenia dan pasukan operasi khusus. Namun demikian, ini merupakan salah satu senapan serbu yang paling menjanjikan di pasar.
FN baru-baru ini juga memperkenalkan versi sipil F2000, yang dikenal sebagai FS2000. Memiliki agak lama barel dan terbatas pada api semi-otomatis. Kalau tidak, itu adalah senjata yang sangat baik yang sama, dengan sangat ergonomi.

Senapan F2000 ini juga dilengkapi dengan front ejection system. dimana selongsong panas dari peluru dikeluarkan dari ujung senapan sehingga tidak berbahaya bagi pengguna. dan bisa digunakan oleh penembak kidal.


bagi yang ingin punya senapan ini. FN Herstal menyediakan versi untuk warga sipil dimana hanya disediakan semi-auto firing dengan harga $2200 saja. digunakan untuk lomba dan bela diri.


Spec :
Caliber: 5.56x45 mm NATO
Action: Gas operated, rotating bolt
Overall length: 694 mm
Barrel length: 400 mm
Weight: 3.6 kg empty, in standart configuration; 4.6 kg with 40mm grenade launcher
Magazine capacity: 30 rounds (any NATO / STANAG type magazines)

SEJARAH AK-47

Mikhail Kalashnikov (Pembuat AK-47) lahir 10 November 1919 di desa Kurya, Uni Soviet dari keluarga petani miskin. Di usia 19 tahun, Kalashnikov ikut wajib militer dan bergabung dengan Resimen Tank ke-24, Divisi Tank ke-12 dimana ia menamatkan sekolah mekanik tank dan menjadi montir-pengemudi tank dan mencapai pangkat sersan senior (komandan tank). Pada Oktober 1941, dalam peperangan sengit di Bryansk, Kalashnikov terluka parah dan harus dirawat di rumah sakit.


Ketika di rumah sakit inilah ia memiliki ide untuk merancang sebuah senapan submesin. Kemampuan Kalashnikov sebagai perancang mengundang perhatian. Ia sempat bekerja di Moscow Aviation Institute. Mulai tahun 1942, Kalashnikov bekerja di Central Research Small Arms Range of the Main Ordnance Directorate of the Red Army.

Pada saat yang sama, tentara Uni Soviet tertarik dalam mengembangkan senapan serbu efektif yaitu M1943 singkat bulat. Senjata pertama yang dipresentasikan oleh Sudayev pada tahun 1944, namun dalam ujicoba ternyata senjata itu terlalu berat. Sebuah kompetisi desain baru diadakan dua tahun kemudian di mana Kalashnikov dan tim desain ikut dalam kompetisi tersebut.

Selama beberapa tahun Kalashnikov terus bekerja mewujudkan rancangannya dengan memperbaiki dan mengkombinasikan berbagai elemen senjata otomatis dan senapan serbu yang telah ada pada saat itu. Inovasinya pertama adalah pemakaian peluru pendek 7,62×39 mm. ”Lebih kecil dan ringkas,” kata Paul Cornish, seorang kurator senjata di Imperial War Museum, London, Inggris. Pilihan gas juga bisa dipakai sebagai tenaga penggerak senjata ini. Gas bisa didaur ulang ke dalam piston dan digunakan untuk pengisian peluru berikutnya. Jadi senjata itu bekerja dengan prinsip yang sama seperti senapan mesin.Kedua hal itu, ditambah desain yang sangat sederhana merupakan kegeniusan Kalashnikov.Sampai kemudian di tahun 1947 lahirlah senapan AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova model 1947).

Pada tahun 1949, AK-47 menjadi senapan standar tentara Merah Soviet. Selama Perang Dingin, AK-47 (dan generasi Kalashnikov berikutnya, AKM) digunakan oleh tentara komunis di seluruh dunia. Soviet juga menyalurkan senjata ini ke kelompok-kelompok militan dan gerilyawan sayap kiri yang mendukung kepentingan Soviet.

Sampai kini AK-47 menjadi senjata paling populer di dunia. Diperkirakan sekitar 100 juta AK-47 beredar di seluruh dunia. Namun, Kalashnikov mengaku tidak mendapat penghasilan uang dari hal ini, penghasilannya hanya berasal dari uang pensiun.

Kalashnikov telah menciptakan senjata dengan desain yang sederhana, mudah diproduksi secara massal, mudah digunakan bahkan oleh tentara yang kurang terlatih tanpa kehilangan kemampuannya untuk mematikan. Sifat-sifat ini membuat AK-47 menjadi senjata yang efektif dan andal bagi paramiliter dan dalam peperangan kota.

AK-47 menjadi simbol revolusi dan bahkan beberapa negara mencantumkan gambar AK-47 sebagai bagian dari lambang negara. Nama Kalashnikov juga digunakan untuk berbagai barang seperti payung, pisau dan vodka.

Kalashnikov sering ditanya apakah ia merasa bersalah hasil ciptaannya digunakan dalam berbagai konflik berdarah. Namun ia berkilah dengan berkata,”Tujuan saya menciptakan senjata adalah untuk membela tanah air saya. Bukan salah saya jika Kalashnikov menjadi terkenal di dunia dan digunakan di daerah konflik. Yang harus disalahkan adalah kebijakan negara-negara tersebut bukan perancang senjatanya”. Ia juga berkata bahwa ia tidak tahu bagaimana senjata ciptaannya bisa ada di tangan para teroris dan bandit. Ia bangga dengan hasil karyanya meski ia mengaku akan lebih senang seandainya bisa membuat mesin yang dapat membantu petani, misalnya mesin pemotong rumput.

AK-47 kepanjangan dari Avtomat Kalashnikova 47. 47 adalah tahun dimana senjata tersebut dibuat. Senjata ini sangat legendaries, sangat digemari baik tentara, militant, gangster, teroris atau perampok sekalipun. Bagaimana tidak, senjata ini sangat mudah sekali digunakan bahkan anak kecilpun bisa mengoperasikan senjata ini. AK-47 sangat tangguh digunakan dalam medan perang apapun, meskipun senjata ini terisi pasir masih tetap bisa keluar pelurunya bila ditembakkan, meskipun juga terisi Lumpur senjata ini juga masih bisa ditembakkan. Bahkan dalam sebauh artikel ditulis selama dalam perang dingin, 9 dari 10 orang tewas karena diterjang oleh peluru ini. Inilah senjata pemusnah masal yang sesungguhnya. Harga AK-47 juga sangat murah, mungkin sama nilainya dengan harga sebotol brandy bermutu tinggi.